“Kami harus pikul jenazah kurang lebih 5 km dari tempat terakhir ambulans bisa tembus,” tambahnya sembari terengah-engah.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/9/2025) pukul 02.00 WIB ini menyoroti minimnya perhatian terhadap infrastruktur jalan di daerah pedalaman.
Kondisi ini tidak hanya menyulitkan mobilitas sehari-hari, tetapi juga menghambat penanganan darurat seperti pengangkutan jenazah.
Baca Juga: Waktunya Me Time! 5 Rekomendasi Buku yang Cocok untuk Menemani Akhir Pekanmu
(*Mira)















