Oleh karena itu, penting untuk memahami bahayanya. Dengan begitu, kita bisa lebih sadar untuk memprioritaskan waktu tidur.
Baca Juga: Manfaat Olahraga Singkat: Dari Gaya Hidup Sedenter ke Hidup Lebih Sehat
Berikut adalah 5 dampak utama yang perlu Anda waspadai.
Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan Fisik
Kurang tidur dapat memberikan efek buruk yang nyata pada tubuh Anda. Berikut adalah beberapa dampak fisiknya:
- Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh: Saat tidur, tubuh memproduksi sitokin. Sitokin adalah protein yang melawan infeksi. Kurang tidur menghambat produksi ini. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh melemah. Anda pun menjadi lebih rentan terhadap flu, pilek, atau infeksi lainnya.
- Meningkatkan Risiko Kenaikan Berat Badan: Kurang tidur dapat mengganggu hormon. Gangguan ini memengaruhi nafsu makan. Hormon ghrelin, yang memicu rasa lapar, akan meningkat. Sementara itu, hormon leptin, yang membuat kenyang, akan menurun. Ketidakseimbangan ini mendorong Anda untuk makan lebih banyak. Hal ini berujung pada kenaikan berat badan.
- Memicu Penyakit Kronis: Kurang tidur jangka panjang sangat berbahaya. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius. Penyakit seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Tidur yang cukup sangat vital untuk menjaga kesehatan organ.
Dampak Kurang Tidur bagi Kesehatan Mental dan Kognitif
Baca Juga: Dampak Pemanis Buatan untuk Otak: Studi Ungkap Penurunan Kognitif Cepat
Selain fisik, kurang tidur bagi kesehatan mental juga sangat besar. Dampaknya bisa memengaruhi cara Anda berpikir dan merasakan sesuatu.
- Memengaruhi Fungsi Otak dan Kognitif: Saat tidur, otak melakukan konsolidasi memori. Kurang tidur mengganggu proses ini. Akibatnya, daya ingat Anda menurun. Selain itu, kemampuan fokus dan memecahkan masalah juga terganggu. Tidur yang tidak cukup dapat membuat Anda sulit berkonsentrasi.
- Menyebabkan Gangguan Mood: Kurang tidur membuat emosi tidak stabil. Anda bisa menjadi lebih mudah marah dan stres. Bahkan, kurang tidur yang kronis dapat menjadi faktor pemicu depresi. Ini juga dapat memperburuk kondisi gangguan kecemasan. Tidur adalah waktu bagi otak untuk “mengisi ulang” emosi. Tanpa itu, suasana hati akan terpengaruh negatif.
(*Drw)
















