Kejadian ini menyoroti tingginya risiko penderita epilepsi ketika berada di lokasi yang rentan bahaya.
Lebih lanjut, Triyono menjelaskan kemungkinan pemicu kambuhnya penyakit tersebut.
Baca Juga: Penemuan Mayat di Sungai Kapuas Gemparkan Warga Tempunak Sintang
Keteraturan dalam mengonsumsi obat menjadi faktor krusial bagi penderita untuk mengelola kondisi mereka.
“Korban memang rutin mengkonsumsi obat, namun kemungkinan pada saat kejadian belum meminumnya sehingga mengalami serangan kejang,” tambah Triyono.
Penemuan jasad korban oleh warga setelah proses pencarian singkat semakin menguatkan kronologi nahas ini.
Pihak keluarga, yang memahami kondisi kesehatan korban, telah mengikhlaskan kepergiannya dan menerima peristiwa ini sebagai musibah.
“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah karena korban memiliki riwayat epilepsi. Kami dari kepolisian turut berduka cita, semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutur Triyono.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas, khususnya bagi keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat epilepsi, tentang pentingnya pengawasan dan kesadaran akan risiko penderita epilepsi untuk menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
Baca Juga: Mayat Bayi Ditemukan Mengapung di Sungai Pawan, Polisi Lakukan Penyelidikan
(*Red)
















