“Kami juga mendorong adanya program beasiswa bagi putra-putri daerah agar bisa menempuh pendidikan jurusan SLB. Saat ini, jurusan itu hanya tersedia di beberapa universitas besar seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Andalas, UPI Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta, dan lainnya,” jelas Mardani.
Ancaman lain yang tak kalah serius adalah kemungkinan guru honorer SLB dipindahkan jika lulus PPPK dan ditempatkan di sekolah yang linear dengan latar belakang pendidikan mereka.
Baca Juga: Diduga Korupsi Dana Desa Hampir Rp1 Miliar, Mantan Kades di Sambas Ditahan Kejaksaan
Pasalnya, saat ini tidak ada satu pun guru honorer di SLB Negeri Sambas yang merupakan lulusan SDLB.
“Ini sangat mengkhawatirkan. Jangan sampai SLB Negeri Sambas terpaksa tutup hanya karena tidak ada guru bersertifikat khusus. Anak-anak berkebutuhan khusus berhak mendapat pendidikan yang layak. Pemerintah harus segera turun tangan,” pungkasnya.
(DNS)
















