Bahasan menjelaskan bahwa program Budikdamber menjadi strategi penting pemerintah untuk mendukung kemandirian pangan keluarga.
Ia berharap bantuan ini dapat terus ditingkatkan setiap tahunnya.
“Mudah-mudahan bantuan demi bantuan dari tahun ke tahun terus mengalami perbaikan dan peningkatan, semata-mata untuk memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat, khususnya kader posyandu,” ujar Bahasan.
Ia juga mendorong agar penerima bantuan dapat memanfaatkan paket Budikdamber secara maksimal. Dengan demikian, hasilnya tidak hanya menambah asupan gizi, tetapi juga dapat berkontribusi pada pendapatan rumah tangga.
“Sehatkan generasi, stabilkan ekonomi. Itulah semangat yang kita dorong melalui perikanan maju berbasis masyarakat,” katanya.
Sarana Edukasi dan Pemenuhan Gizi
Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menekankan peran Budikdamber sebagai sarana edukasi dan solusi praktis untuk menekan stunting.
“Budikdamber ini bukan hanya pemenuhan protein hewani bagi anak-anak, tapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat. Kader posyandu bisa langsung mengajarkan ibu-ibu agar gemar membudidayakan ikan dan sayuran sendiri,” ucap Yanieta.
Menurutnya, program ini memungkinkan masyarakat memanfaatkan lahan sempit secara produktif.
Baca Juga: Wakapolresta Pontianak Hadiri Panen Perdana Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Lokal
Ikan lele yang kaya protein dan sayuran yang ditanam secara bersamaan dapat mencukupi kebutuhan gizi keluarga tanpa harus membeli.
“Dengan adanya budidaya ikan ini, kebutuhan protein bisa tercukupi, sayurannya juga ada, sehingga keluarga bisa lebih sehat. Masyarakat tidak harus membeli karena sudah bisa memproduksi sendiri, sekaligus menekan inflasi,” jelasnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kepala Bidang Perikanan DPPP Kota Pontianak, Nur Aisyiah, menambahkan bahwa program Budikdamber merupakan langkah konkret yang melibatkan kolaborasi antara DPPP, TP PKK, Dinas Kesehatan, dan DP2KBP3A.
“Melalui sektor perikanan, kami ingin berkontribusi dalam penyediaan pangan bergizi. Budikdamber dapat menjadi solusi sederhana bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan protein ikan sekaligus sayuran,” tuturnya.
Pada tahun 2025, total 30 posyandu yang tersebar di Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak Timur, dan Pontianak Tenggara menjadi penerima bantuan.
Program ini menjadi bukti komitmen Pemkot Pontianak dalam meningkatkan ketahanan pangan berbasis komunitas.
Baca Juga: Wali Kota Pontianak Serahkan Bantuan Budikdamber untuk Cegah Stunting dan Kendalikan Inflasi
(*Red/Prokopim)
















