“Semua masukan dari masyarakat dianggap berharga. Polri siap menindaklanjuti yang menjadi kewenangannya, dan hal-hal di luar kewenangan akan diteruskan ke pihak terkait. Jika ada oknum yang melanggar, akan diproses sesuai aturan,” jelasnya.
Kapolda menekankan tiga prinsip kerja Polri di Kalbar, yaitu responsif, kolaboratif, dan solutif. Kritik, lanjutnya, adalah vitamin untuk memperbaiki kinerja, bukan ancaman.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar Kombes Pol Bayu Suseno menambahkan, Jumat Curhat merupakan bukti nyata komitmen Polri mendengar suara masyarakat secara langsung.
“Program ini menjadi jembatan komunikasi yang efektif. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan Kalbar yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
(GG)
















