Di Kabupaten Jembrana, tercatat 85 jiwa telah dievakuasi ke beberapa posko pengungsian, seperti Balai Desa Yeh Kuning, Balai Banjar Yeh Kuning, Musholla Assidiqie, dan Musholla Darul Musthofa.
Baca Juga: Banjir di Bali Renggut Dua Nyawa dan Rendam Lima Kabupaten/Kota
Sementara itu, di Kota Denpasar, sebanyak 108 jiwa kini menempati lokasi pengungsian yang tersebar di SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Merta Ubung, serta Banjar Dakdakan Peguyangan.
BNPB Turun Tangan, Prioritaskan Penyelamatan
Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto telah tiba di Bali untuk memimpin langsung rapat koordinasi penanganan darurat bersama segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali.
Kehadiran Kepala BNPB menegaskan bahwa negara hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Dalam rapat tersebut, ia memberikan arahan tegas kepada pemerintah daerah untuk memprioritaskan upaya penanganan.
“Upaya pencarian, pertolongan, serta penyelamatan masyarakat terdampak harus menjadi prioritas utama. Di samping itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus dimaksimalkan agar tidak ada warga yang kesulitan,” tegas Kepala BNPB dalam arahannya.
Sejalan dengan instruksi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali bersama tim gabungan di tingkat kabupaten/kota terus bergerak cepat.
Baca Juga: Banjir Bandang Bali: Curah Hujan Rekor Tertinggi Renggut Dua Nyawa
Fokus utama saat ini adalah melakukan pencarian korban yang masih hilang, mengevakuasi warga, dan melakukan peninjauan ke lokasi-lokasi yang masih tergenang.
Sementara itu, total kerugian materiel akibat bencana ini masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
(*Red)
















