Faktakalbar.id, NAGEKO – Kematian aktivis lingkungan Flores, Rudolfus Oktavianus Ruma (Vian), yang ditemukan pada Jumat (5/9/2025) di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menyisakan tanda tanya besar di kalangan pegiat lingkungan.
Mereka menilai kematian Vian tidak wajar dan mendesak adanya investigasi serius dari kepolisian.
Baca Juga: Keluarga Minta Keadilan: Kejanggalan di Balik Kematian Aktivis Vian Ruma di Nagekeo
Semasa hidup, Vian dikenal sebagai salah satu suara vokal yang menolak rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal) di Flores.
Efraim Mbomba Reda dari Koalisi Kelompok Orang Muda untuk Perubahan Iklim (KOPI) menggambarkan Vian sebagai pegiat yang sangat intens mendorong koalisi untuk menyatakan sikap tegas menolak geotermal.













