Beliau juga menyoroti kurangnya representasi masyarakat Sambas di DPR RI, meskipun jumlah pemilihnya besar.
“Kalau masyarakat Sambas bersatu, sangat mungkin bisa meraih 3 sampai 4 kursi di DPR RI. Tapi karena belum kompak, banyak calon yang tidak berhasil,” ucapnya, menekankan pentingnya kekompakan dalam kontestasi politik.
Norsan menambahkan, Sambas memiliki potensi besar di bidang keagamaan.
“Sambas dulu dikenal sebagai Serambi Mekah, karena banyak qori dan qoriah yang lahir dari sana dan menjadi juara MTQ,” pesannya, sambil mendorong tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus membina generasi muda di bidang keagamaan.
Menjaga Silaturahmi dan Membangun Sambas Bersama
Sebagai penutup, Norsan mengajak seluruh masyarakat Sambas untuk terus bersatu dan menjaga tali silaturahmi.
“Mari bersatu, kompak, dan bangun Sambas bersama-sama. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?” pungkasnya.
Acara yang berlangsung hangat ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Sambas, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan.
Baca Juga: KPK Dalami Ria Norsan dalam Dugaan Korupsi Proyek Jalan Mempawah
Kegiatan seperti “Tumpahan Salok” diharapkan dapat terus digelar secara rutin sebagai upaya melestarikan budaya dan mempererat persatuan masyarakat Sambas di Kalimantan Barat.
(*Red)
















