Rencana Pemekaran Wilayah dan PLBN di Kalbar: Gubernur Norsan Tegaskan Dukungan Pemerintah Provinsi

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan duduk bersama tamu undangan dalam acara Tumpahan Salok Insanak Sambas Serantau yang diselenggarakan Persaudaraan Sambas Serantau (PASS) (ADPIM PEMPROV KALBAR)
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat menghadiri acara Tumpahan Salok Insanak Sambas Serantau, berinteraksi langsung dengan masyarakat Sambas dan membahas isu-isu strategis, termasuk potensi pemekaran wilayah. (Dok. Adpim Pemprov Kalbar)

Beliau juga menyoroti kurangnya representasi masyarakat Sambas di DPR RI, meskipun jumlah pemilihnya besar.

“Kalau masyarakat Sambas bersatu, sangat mungkin bisa meraih 3 sampai 4 kursi di DPR RI. Tapi karena belum kompak, banyak calon yang tidak berhasil,” ucapnya, menekankan pentingnya kekompakan dalam kontestasi politik.

Norsan menambahkan, Sambas memiliki potensi besar di bidang keagamaan.

“Sambas dulu dikenal sebagai Serambi Mekah, karena banyak qori dan qoriah yang lahir dari sana dan menjadi juara MTQ,” pesannya, sambil mendorong tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus membina generasi muda di bidang keagamaan.

Menjaga Silaturahmi dan Membangun Sambas Bersama

Sebagai penutup, Norsan mengajak seluruh masyarakat Sambas untuk terus bersatu dan menjaga tali silaturahmi.

“Mari bersatu, kompak, dan bangun Sambas bersama-sama. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?” pungkasnya.

Acara yang berlangsung hangat ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Sambas, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan.

Baca Juga: KPK Dalami Ria Norsan dalam Dugaan Korupsi Proyek Jalan Mempawah

Kegiatan seperti “Tumpahan Salok” diharapkan dapat terus digelar secara rutin sebagai upaya melestarikan budaya dan mempererat persatuan masyarakat Sambas di Kalimantan Barat.

(*Red)