Setelah selesai membongkar muatan, otoritas maritim setempat naik ke kapal dan menahan dokumen serta ijazah para ABK. Sejak saat itu, mereka tidak diizinkan turun ke darat.
Situasi semakin rumit setelah Gas Falcon ditabrak kapal nelayan pada Rabu (3/9) dini hari.
Salah satu ABK, Andarias Aris, menyebut tabrakan itu mengakibatkan kebocoran di lambung kapal.
“Kapal ditabrak kapal ikan dan mengakibatkan kebocoran pada lambung kapal kami,” katanya.
Baca Juga: KBRI Manama Imbau WNI di Bahrain Waspada Usai Serangan Rudal Iran ke Pangkalan AS
Meskipun demikian, KBRI Maputo memastikan kondisi kapal saat ini sudah stabil. Bantuan logistik juga telah dikirim pada Jumat (5/9).
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi warga negara di luar negeri, termasuk memastikan kepulangan para ABK ke tanah air dalam waktu dekat.
(ra)












