Saat olah TKP lanjutan, tim Inafis juga menemukan bagian tulang tengkuk, punggung, tangan, dan kaki yang dikubur pelaku di depan kosnya.
“Semuanya sudah kami bawa ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara untuk diuji forensik oleh ahlinya,” kata Fauzy.
Terungkap Berkat Anjing Pelacak
Kasus mutilasi sadis ini pertama kali terbongkar ketika seorang warga, Suliswanto (30), menemukan potongan telapak kaki manusia saat mencari rumput.
Polisi yang menyisir lokasi menemukan total 65 potongan jasad yang tercecer.
Identitas korban akhirnya terungkap berkat bantuan anjing pelacak jenis labrador dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim.
Baca Juga: Balita Hilang di Singkawang Ditemukan Tewas di Teras Masjid, Diduga Korban Pembunuhan
Sekitar 14 jam setelah penemuan jasad, polisi berhasil menangkap Alvi di kosnya. Pelaku yang merupakan sarjana informatika ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.
Korban, TAS, diketahui merupakan lulusan manajemen Universitas Trunojoyo Madura (UTM), sama seperti Alvi.
Menurut Fauzy, korban tidak bekerja dan hanya mendampingi pacarnya yang bekerja sebagai pengemudi ojek online di Surabaya.
(*Red)
















