Menurut Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, pengamanan dilakukan secara humanis dengan menempatkan anggota di berbagai titik strategis.
Hal ini mencakup area keramaian, jalur masuk pemakaman, dan pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar.
“Polri hadir untuk memastikan jalannya ritual sakral “Chit Gwee Pua” ini berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Kami juga berkoordinasi dengan TNI serta panitia penyelenggara,” ujar Aiptu Ade.
Dalam kepercayaan Tionghoa, ritual pembakaran kapal wangkang ini dipercaya sebagai cara untuk mengirimkan persembahan bagi para leluhur di alam baka.
Persembahan tersebut mencakup perlengkapan sehari-hari, makanan, pakaian, hingga uang kertas replika.
Baca Juga: Polres Kubu Raya Kawal Sembahyang Cheng Beng Guna Jaga Kelancaran dan Keamanan Prosesi
Kehadiran pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam perayaan ini menunjukkan wujud harmonisasi antarbudaya yang kuat di Kubu Raya.
Mereka tidak hanya bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan penghormatan terhadap keragaman tradisi masyarakat. Ini menjadi simbol nyata bahwa perbedaan budaya dirayakan dan dijaga bersama di daerah ini.
(*Red)
















