Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sanggau yang telah berpartisipasi dan meramaikan pameran, sehingga berjalan tertib, aman, dan lancar hingga malam penutupan.
“Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada masyarakat Sanggau yang telah mendukung dan meramaikan pameran pembangunan ini hingga berjalan tertib, aman dan lancar hingga malam penutupan,” ujarnya.
Melihat antusiasme yang tinggi, Bupati Ontot menargetkan pameran serupa akan kembali diadakan tahun depan, namun dengan kemasan yang lebih baik. Pameran ini akan diberi nama Sabang Merah Ekspo.
“Namanya Sabang Merah (Samer) Ekspo. Nanti kita kaji benar dan jangan sampai masyarakat tingkat bawah tidak merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Sabang Merah Ekspo akan mengacu pada konsep Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan harus melibatkan masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.
Baca Juga: Festival Tengkawang VII di Pontianak: Satukan Langkah Perkuat Posisi Maskot Kalimantan Barat
Penataan ulang akan dilakukan, terutama untuk para pelaku UMKM.
“Jadi, di Sabang Merah Ekspo nanti tidak ada UMKM yang dipinggir jualannya, kita tidak mau seperti itu, nanti kita siapkan tenda yang besar, food court-nya kita siapkan tempat yang besar mungkin ukurannya 60 meter panjangnya lebarnya sampai 20 meter,” ungkapnya.
Dengan penataan tenda stand dan food court yang lebih baik, diharapkan pameran ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.
“Terimakasih sekali lagi saya sampaikan kepada semua pihak dan seluruh masyarakat Sanggau yang telah menyukseskan pameran pembangunan ini,” pungkasnya.
Bupati Ontot juga berkomitmen untuk terus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui berbagai program pembangunan, seperti infrastruktur dasar, kesejahteraan sosial, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul.
Baca Juga: Borneo BIM Festival 2025 Resmi Dibuka, Dorong Transformasi Konstruksi Digital di Kalimantan Barat
(*Red)
















