Baca Juga: Gelar Dialog dengan Ojol, Gibran Dinyinyiri Warganet: ‘Staf Istana Dijadikan Ojol’
Sudah saatnya publik tidak lagi puas dengan ringkasan manis. Dokumen APBD harus dibuka sampai ke jantungnya lampiran per lampiran, RAB per RAB.
Bila pejabat merasa gentar dan gelisah dengan keterbukaan itu, justru di situlah indikasi malingnya.
APBD adalah uang rakyat. Setiap rupiah yang bocor, adalah nasi yang hilang dari meja makan rakyat. Dan bagi mereka yang tega mengobrak-abriknya, tidak ada kata lain: maling tetaplah maling, meski bersarung regulasi.
Oleh: M. Rifal, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kalimantan Barat
Disclaimer:
Artikel ini adalah opini pribadi penulis. Isi dan pandangan yang disampaikan dalam tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan atau kebijakan redaksi.
















