Mengenang Arif Budimanta, Sosok Intelektual yang Memperjuangkan Ekonomi Berkeadilan

Almarhum mantan Staf Khusus Presiden RI ke-7 Bidang Ekonomi Arif Budimanta.
Almarhum Arif Budimanta. (Dok. Ist)

Dalam kapasitasnya ini, ia rutin menyampaikan pemikiran ekonomi dan menginisiasi diskusi penting, termasuk meluncurkan gagasan Pancasilanomics untuk memperkuat ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila.

Selama menjabat di DPR, Arif dan rekan-rekannya dikenal aktif dalam “gerakan sunyi” yang berfokus pada penghidupan ekonomi konstitusi.

Tujuannya adalah menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai indikator utama, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi liberal.

“Arif dikenal karena menginisiasi kaukus ini, yang bertujuan memasukkan indikator kesejahteraan masyarakat ke dalam proses penyusunan APBN, bekerja sama dengan lintas fraksi,” ujar Didik J. Rachbini.

Selain politik, Arif juga memiliki peran penting di bidang sosial dan pendidikan sebagai pengurus yayasan wakaf Paramadina yang menaungi Universitas Paramadina.

Ia dan para intelektual di yayasan ini sangat aktif dalam diskursus publik, memberikan kritik terhadap kebijakan publik dan ekonomi politik secara luas.

Baca Juga: Jimmy Carter, Mantan Presiden Amerika Serikat, Meninggal di Usia 100 Tahun

Semua kiprahnya menunjukkan bahwa Arif Budimanta adalah sosok intelektual yang berdedikasi tinggi dan memiliki gagasan kuat untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang berkeadilan.

Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi bangsa ini, namun pemikirannya akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

(*Red)