Dua Penambang Emas di Perbatasan Singkawang-Bengkayang Tewas Tertimbun Longsor

Proses evakuasi dua penambang emas yang menjadi korban longsor akibat aktivitas PETI. (Dok. Ist)
Proses evakuasi dua penambang emas yang menjadi korban longsor akibat aktivitas PETI. (Dok. Ist)

Keterangan dari saksi mata menjelaskan bahwa korban tertimbun longsor sekitar pukul 15.00 WIB.

“Ada potongan kayu yang menimpa korban sehingga korban tertimbun dan belum diketemukan,” ujar saksi.

Proses pencarian dilakukan oleh warga sekitar. Setelah berjam-jam menggali, kedua korban baru ditemukan sekitar pukul 22.12 WIB dalam kondisi sudah tak bernyawa dan kaku.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke pondok pekerja untuk dibersihkan.

Baca Juga: PETI Kolam Biru Selakau Tua Sambas Kembali Beroperasi, APH Tidak Mampu Amankan Pelaku

Identitas korban diketahui berinisial Ys, yang berasal dari Semadai, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, dan Yn, yang berasal dari Kecamatan Sekadau. Ironisnya, tersiar kabar bahwa pemilik mesin dompeng (alat tambang) melarikan diri dari lokasi kejadian.

Informasi via WhatsApp menyebutkan bahwa pemilik lahan berinisial NK, warga Kelurahan Sagatani, dan pemilik alat dompeng berinisial DN, dari Kabupaten Sintang, yang istrinya juga berasal dari Kelurahan Sagatani. Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai kasus ini.

(*Red)