Mewujudkan Komitmen NKT 6: PT Mayawana Persada Dukung Ritual Adat Moncong Pedagi di Ketapang

"Situs ritual adat Moncong Pedagih di Desa Sekucing Labai, Ketapang, yang menjadi simbol penting kearifan lokal. (Dok. RDL/Faktakalbar.id)"
Situs ritual adat Moncong Pedagih di Desa Sekucing Labai, Ketapang, yang menjadi simbol penting kearifan lokal. (Dok. RDL/Faktakalbar.id)

Faktalkalbar.id, KETAPANG — Komitmen PT Mayawana Persada untuk berkolaborasi dengan masyarakat lokal tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup pelestarian nilai-nilai budaya dan adat istiadat, sejalan dengan prinsi Nilai Konservasi Tinggi (NKT).

Hal ini terlihat jelas dari dukungan perusahaan terhadap ritual adat Moncong Pedagi yang secara rutin diadakan di Desa Sekucing Labai, Kabupaten Ketapang.

Dalam wawancara, Kepala Desa Sekucing Labai, Martinus Asen, secara khusus mengapresiasi perhatian perusahaan terhadap tradisi leluhur.

“Ketika ada ritual adat seperti Moncong Pedagi, Mayawana juga ikut membantu, misalnya dengan memberikan dana atau menyumbang daging di tiap kampung,” ungkapnya.

Dukungan ini menunjukkan bahwa perusahaan memahami pentingnya harmoni antara kegiatan usaha dan kelangsungan budaya masyarakat adat, yang merupakan salah satu kategori dalam identifikasi NKT (khususnya NKT 6).

Baca Juga: Sinergi Ekonomi Lokal: Bagaimana Model Bisnis Mayawana Persada Mengakar pada Pemberdayaan Komunitas

Kontribusi PT Mayawana Persada pada ritual adat ini adalah wujud nyata dari implementasi prinsip NKT di tingkat tapak. Perusahaan tidak hanya berinvestasi pada aspek fisik, tetapi juga pada identitas budaya yang merupakan fondasi kuat bagi masyarakat setempat.