Cabor yang meraih medali emas, perak, atau perunggu menerima porsi lebih besar, meskipun atlet yang hanya berpartisipasi tetap mendapatkan apresiasi.
Menurut Nanang, sekitar 75 persen perolehan medali PON Kalimantan Barat (Kalbar) berasal dari atlet Kota Pontianak.
Hal ini menunjukkan peran strategis Kota Pontianak dalam mendukung prestasi olahraga provinsi.
Sementara itu, Bendahara Umum KONI Kota Pontianak, Sunaryo, menegaskan bahwa pencairan dana dilakukan langsung ke rekening resmi cabor setelah proposal disetujui, dan pertanggungjawaban administratif menjadi syarat utama.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah digunakan sesuai peruntukannya. Karena itu, monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala,” tegas Sunaryo.
Penyaluran dana ini mendapat sambutan positif dari pengurus cabor. Bendahara PSTI Kota Pontianak, Doni Pranata, menyatakan bantuan ini sangat membantu dalam mengembangkan prestasi atlet, terutama dari jenjang usia muda.
“Kami berharap dukungan ini juga bisa membantu mengatasi kendala fasilitas dan sarana latihan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Pontianak, Iwan Prabowo, menyebut bantuan tersebut sangat berarti untuk mendukung program latihan dan partisipasi dalam kalender kejuaraan.
Zainal Abidin, Ketua Pengurus Cabang Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengcab Kodrat), juga mengungkapkan bahwa bantuan ini menjadi motivasi besar bagi atlet dan pelatih untuk meningkatkan kualitas latihan.
(ra)
















