Dari Pustakawan Desa Menjadi Motor Penggerak Literasi: Kisah Retma Ratri di Sukadamai

Retma Ratri, Kepala Perpustakaan Desa Sukadamai, saat penyerahan penghargaan yang berhasil diraih Perpustakaan Desa Sukadamai di tingkat provinsi. Dedikasinya dalam membangun literasi desa telah membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Retma Ratri, Kepala Perpustakaan Desa Sukadamai, saat penyerahan penghargaan yang berhasil diraih Perpustakaan Desa Sukadamai di tingkat provinsi. Dedikasinya dalam membangun literasi desa telah membawa dampak nyata bagi masyarakat. Foto: HO/Faktakalbar.id

Kerja keras Retma dan dukungan semua pihak membuahkan hasil. Desa Sukadamai berhasil menjadi juara 1 dalam Lomba Perpustakaan Desa tingkat Kabupaten Ketapang tahun 2025, mengalahkan 252 desa lainnya.

“Hasil terbaik di tingkat Kabupaten Ketapang menjadi modal sosial bagi Retma dan membawa Desa Sukadamai meraih Juara 3 dalam perlombaan perpustakaan desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” jelasnya.

Retma mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian ini.

Baca Juga: Siap Jadi Ikon Baru, Perpustakaan Pontianak Tawarkan Fasilitas Modern dan Inklusif

Ia tidak menyangka Perpustakaan Desa Sukadamai akan mendapat apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di tahun 2025.

“Pencapaian Retma sebagai Kepala Perpustakaan bukan tanpa kerja keras. Ia bersama perangkat desa lainnya membangun Perpustakaan Desa menjadi lembaga yang inklusif dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam menjalankan misinya, Retma merancang berbagai program inklusif, seperti menyediakan bahan bacaan bermutu, dan memperkuat kerja sama dengan lembaga desa lain seperti PKK, Karang Taruna, serta sekolah-sekolah di sekitar.

Selain itu, Retma juga mengembangkan program penunjang lain yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa, seperti pelatihan menari dan komputer, bimbingan belajar bahasa Inggris dan matematika, serta pembinaan kelompok pembibitan ikan tawar.

Baca Juga: Transformasi Perpustakaan Keliling Pontianak Jadi PerpusG2S, Tingkatkan Literasi Anak

Retma mengatakan bahwa perbaikan terus dilakukan, terutama dalam menambah koleksi buku dan mendorong keterlibatan masyarakat, yang menjadi kunci utama untuk menumbuhkan budaya literasi.

Ke depan, Retma berharap perpustakaan inklusi Sukadamai dapat menjadi wadah bagi pemuda dan pegiat literasi untuk mengembangkan inovasi dan gagasan dalam program literasi ekonomi dan kewirausahaan, yang pada akhirnya akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

(*Red)