Dari Pustakawan Desa Menjadi Motor Penggerak Literasi: Kisah Retma Ratri di Sukadamai

Retma Ratri, Kepala Perpustakaan Desa Sukadamai, saat penyerahan penghargaan yang berhasil diraih Perpustakaan Desa Sukadamai di tingkat provinsi. Dedikasinya dalam membangun literasi desa telah membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Retma Ratri, Kepala Perpustakaan Desa Sukadamai, saat penyerahan penghargaan yang berhasil diraih Perpustakaan Desa Sukadamai di tingkat provinsi. Dedikasinya dalam membangun literasi desa telah membawa dampak nyata bagi masyarakat. Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, KETAPANG – Seorang ibu rumah tangga lulusan SMK, Retma Ratri, menantang dirinya untuk mewujudkan mimpi membangun desa melalui literasi.

Awalnya, ia tidak menyangka jika menjadi pustakawan tak sekadar menjaga buku.

Perubahan pandangan Retma datang setelah mengikuti program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Baca Juga: Mudahnya Urus Surat Bebas Pustaka di Perpustakaan Universitas Tanjungpura

Program ini membuatnya menyadari bahwa perpustakaan memiliki makna yang jauh lebih luas dan dapat berperan besar dalam lingkungan masyarakat.

“Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memberikan ruang dan akses bagi masyarakat, terlebih Desa Sukadamai di Kecamatan Kendawangan yang berjarak 146 kilometer dari pusat Kota Ketapang,” ungkap Retma.

Ia menceritakan bahwa keterlibatannya dalam gerakan literasi dimulai ketika ia ditawari oleh kepala desa untuk menjadi penjaga perpustakaan, dengan tugas sederhana mencatat peminjam buku.

Seiring waktu, kontribusi Retma dalam menggerakkan literasi di Desa Sukadamai mendapat dukungan kuat dari pemerintah desa dan masyarakat.