Baca Juga: Kemitraan Pemerintah dan Media: Sujiwo Berharap AMSI Kalbar Bantu Percepatan Pembangunan Kubu Raya
“Anggota AMSI harus bertanggung jawab terhadap produk berita yang disiarkan, terhadap video yang dibuat, terhadap nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial yang harus dimiliki,” ungkap Muhlis.
Ia menambahkan, AMSI hadir untuk memberikan informasi bermutu dan berkualitas, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Muhlis juga menyinggung era kecerdasan buatan dan meminta dukungan masyarakat Kalimantan Barat terhadap pembangunan.
“Zaman sekarang zaman artificial intelligence, semua urusan maunya serba instan. Jika rakyat Kalbar ingin kemajuan, teruslah dukung pembangunan yang dilakukan Pak Ria Norsan. Terima kasih,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum AMSI Pusat, Upi Asmaradhana, menjelaskan bahwa AMSI didirikan pada April 2017 dan kini telah memiliki lebih dari 500 media anggota di 28 provinsi.
Ia menegaskan, AMSI lahir untuk melawan disinformasi dan telah menjalankan program cekfakta.com bersama AJI dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia.
“Ayo, ajak teman-teman AMSI Kalbar untuk lebih mengambil peran strategis, sehingga keberadaannya betul-betul bermanfaat, bukan saja untuk organisasi, tapi untuk masyarakat Kalimantan Barat,” harap Upi.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran media siber di Kalimantan Barat, dengan AMSI sebagai pilar penting dalam menjaga ruang digital yang sehat dan kredibel.
(ra)
















