Kepala desa juga menegaskan bahwa isu terkait pengambilan lahan paksa oleh perusahaan tidak benar. Ia menjelaskan bahwa masyarakat selalu kooperatif mengelola lahan secara sukarela karena kebutuhan ekonomi, seperti biaya sekolah anak atau pengobatan, ia juga menambahkan yang selama ini membuat statement miring tentang mayawana adalah oknum bahkan dari luar masyarakat Desa.
Dalam hal infrastruktur, PT Mayawana Persada turut aktif memperbaiki jalan-jalan desa yang rusak, memperlancar mobilitas warga dan aktivitas sehari-hari. Sementara terkait isu lingkungan, Kepala Desa Sekucing Labai menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada keluhan mengenai pencemaran air. Ia juga membantah adanya isu orangutan di wilayah desanya.
“Untuk di Desa kami tidak ada orang utan sejak dahulu baik sebelum, maupun sesudah adanya mayawana, mungkin itu ada di daerah desa lain” tambahnya
Secara keseluruhan, Martinus Asen menyimpulkan bahwa kehadiran PT Mayawana Persada lebih banyak membawa dampak positif bagi masyarakatnya, menjadikannya contoh kolaborasi yang berhasil antara dunia usaha dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
(Rdl)










