“Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengajak BUMN, BUMD, dunia usaha, dan komunitas untuk berkolaborasi menciptakan Pontianak yang asri dan humanis,” katanya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Pontianak, Derry Gunawan, menuturkan bantuan rumah layak huni juga didukung pihak swasta, lembaga keuangan, dan donatur.
Pemkot turut memberikan subsidi sewa rusun bagi warga lanjut usia, dengan bantuan kepada 20 manula di Rusun Nipah Kuning dan Rusun Sungai Beliung.
Selain itu, Hapernas juga diramaikan dengan pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penjualan barang layak pakai sumbangan ASN. Hasil penjualan dialokasikan untuk kegiatan warga rusun.
“Pasar murah ini selalu dinantikan warga rusun. Bahkan seringkali dalam satu jam saja barang langsung habis,” kata Derry.
Ia mengapresiasi partisipasi Bank Kalbar, BPR Khatulistiwa, Perum Bulog, Yayasan Bakti Suci, hingga kontraktor lokal. Derry menegaskan dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sangat penting dalam menyukseskan program perumahan.
“Kami berharap kegiatan ini memberi kontribusi nyata bagi kemajuan perumahan di Kota Pontianak serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.
(ra)
















