Awalnya Freixe menyangkal, tetapi bukti-bukti yang ditemukan akhirnya mengonfirmasi hubungan tersebut.
Dalam pernyataannya, Bulcke menekankan pentingnya nilai-nilai perusahaan.
“Ini adalah keputusan yang perlu diambil. Nilai-nilai dan tata kelola Nestle adalah fondasi kuat perusahaan kami. Saya berterima kasih kepada Laurent atas tahun-tahun pengabdiannya,” kata Bulcke.
Sebagai akibat dari pemecatan ini, Freixe tidak akan menerima paket pesangon. Posisinya akan digantikan oleh Philipp Navratil, seorang pejabat senior yang sebelumnya memimpin unit Nespresso.
Perubahan manajemen yang tiba-tiba ini menambah ketidakpastian di Nestle, terutama karena terjadi hanya satu tahun setelah CEO sebelumnya, Mark Schneider, juga diberhentikan.
Saham Nestle sendiri tercatat turun 17 persen sepanjang tahun lalu dan tertinggal di belakang para pesaingnya.
Baca Juga: Ironi Dividen BUMN: 97% Setoran Hanya dari 8 Perusahaan, Ratusan Lainnya Merugi
Meskipun perusahaan menegaskan tidak akan mengubah strategi atau target, perubahan ini menimbulkan pertanyaan tentang arah perusahaan ke depan.
“Perubahan baru ini kemungkinan akan mempertahankan tanda tanya mengenai arah jangka menengah perusahaan,” tulis analis JP Morgan dalam catatan kepada klien.
(*Red)










