Faktakalbar.id, PONTIANAK- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pontianak mendorong aparat keamanan, khususnya kepolisian, untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal aksi demonstrasi agar tidak menimbulkan korban dari masyarakat maupun peserta aksi.
Ketua AJI Pontianak, Rendra Oxtora, mengatakan masih ada laporan terkait pemukulan peserta demo serta penggunaan gas air mata di sekitar Bundaran Digulis Untan, Pontianak, yang berdampak pada pedagang kecil di sekitar lokasi. Menurut dia, hal ini perlu menjadi perhatian serius aparat.
“Polisi harus konsisten dengan jargon Presisi dan slogan Polisi untuk Masyarakat. Penanganan aksi harus sesuai prosedur agar tidak menimbulkan korban yang seharusnya bisa dihindari,” kata Rendra saat menghadiri Pertemuan Forkopimda dan Doa Bersama di Aula Kantor Gubernur Kalbar, Senin.
Meski demikian, AJI Pontianak memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian di Kalbar yang dinilai cukup menjaga keamanan jurnalis saat peliputan aksi. Sejumlah anggota polisi disebut berusaha melindungi jurnalis dari lemparan batu massa. Bahkan, sempat viral video dua jurnalis di Pontianak yang membopong anggota Brimob Polda Kalbar yang terluka saat demonstrasi.
“Kerja sama dan saling tolong-menolong seperti ini harus dipertahankan. Jangan sampai ada intimidasi terhadap jurnalis dalam meliput dan menulis berita, baik oleh aparat TNI/Polri maupun instansi pemerintahan,” ujarnya.
















