Buntut Pernyataan Viral Soal Pendemo, Ahmad Sahroni Dicopot dari Pimpinan Komisi III DPR

Ahmad Sahroni, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, yang kini dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR usai rentetan pernyataan kontroversialnya. (Dok. Ist)
Ahmad Sahroni, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, yang kini dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR usai rentetan pernyataan kontroversialnya. (Dok. Ist)

Meskipun demikian, pihak internal partai menepis anggapan bahwa langkah ini adalah sebuah pencopotan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan bahwa perubahan ini murni merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran rutin di dalam fraksi.

“Hanya rotasi rutin, tidak ada pencopotan. Hanya penyegaran,” kata Hermawi saat dikonfirmasi pada hari Jumat (29/8).

Hermawi juga secara tegas membantah bahwa keputusan ini merupakan buntut dari pernyataan kontroversial Sahroni yang baru-baru ini menjadi perbincangan hangat.

Ia bersikeras bahwa pergantian ini tidak memiliki kaitan dengan hal tersebut dan murni untuk penyegaran internal.

Sebagai informasi, Komisi III DPR memiliki lingkup kerja di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, dengan salah satu mitra utamanya adalah Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Baca Juga: Presiden Mahasiswa Polnep Terluka, 15 Orang Ditahan, dan Satu Orang Dikabarkan Hilang dalam Aksi Demonstrasi

Kaitan ini membuat pernyataan Sahroni terkait penanganan demonstran menjadi lebih signifikan.

Sebelumnya, nama Ahmad Sahroni menjadi sorotan setelah ia secara terbuka mendukung aparat untuk menindak para pedemo di bawah umur yang dianggapnya anarkis.

“Saya dukung Polda Metro menangkap mereka-mereka yang anarkis, sekalipun di bawah umur. Itu bayangin, di bawah umur aja begitu brengseknya bersikap. Ini enggak bisa dibiarkan. Saya dukung Kapolda Metro dan jajaran menangkap mereka-mereka yang anarkis,” ujar Sahroni dalam sebuah pesan suara pada Selasa (26/8/2025).

Tidak hanya itu, sebelumnya Sahroni juga sempat dihujat oleh warganet setelah melontarkan ucapan yang menyebut massa pendemo yang menuntut pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia.”

Keputusan Ahmad Sahroni dicopot dari pimpinanan komisi ini pun menjadi akhir dari polemik tersebut.

(*Red)