Tengkawang Fest Hari Kedua: Mengupas Tantangan ‘Emas Hijau’ Menuju Pasar Global

Tengkawang Fest hari kedua membahas strategi dan tantangan untuk mengangkat komoditas tengkawang agar mampu bersaing dan diakui di pasar global. (Dok. Faktakalbar.id)
Diskusi bertajuk green investment yang membahas strategi dan tantangan untuk mengangkat komoditas tengkawang agar mampu bersaing dan diakui di pasar global. (Dok. Faktakalbar.id)

Diperlukan penguatan merek melalui edukasi konsumen, standarisasi sertifikasi, serta kerja sama strategis antara pemerintah, NGO, dan pelaku industri kosmetik serta pangan.

Baca Juga: Festival Tengkawang VII Digelar di Pontianak, Sang Maskot Kalbar Kian Terancam

Inovasi produk turunan bernilai tinggi seperti lip balm dan skincare juga menjadi kunci.

“Digital marketing harus menjadi ujung tombak,” tegasnya.

Ethical Sourcing: Kunci Keberlanjutan dan Kesejahteraan Petani

Sementara itu, Dirk Jan Oudshoorn, CEO Forest Wise, berbagi pengalamannya dalam menerapkan praktik ethical sourcing.

Praktik ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan, transparansi, harga yang adil bagi petani, serta perlindungan hak-hak masyarakat lokal.

Perusahaannya secara aktif merekrut petani lokal, melakukan audit internal sebelum panen, dan memberikan pendampingan intensif dalam proses pengeringan hingga mendapatkan sertifikasi organik serta FFL (Fair For Life).

Sebagai bentuk komitmen, Forest Wise juga memberikan sebagian hasil penjualan lemak tengkawang kembali kepada masyarakat, yang sebagian besarnya dialokasikan untuk biaya pendidikan anak-anak.

Namun, Oudshoorn mengakui adanya tantangan dalam proses sertifikasi, terutama bagi petani kecil.

“Metode tradisional sebenarnya paling ramah lingkungan, tetapi sulit diverifikasi. Kita perlu mekanisme yang memudahkan petani kecil tetap diakui secara global,” jelasnya.

Diskusi ini menyimpulkan bahwa potensi Tengkawang di Pasar Global sangat besar jika strategi branding mampu menonjolkan nilai keberlanjutan dan perdagangan yang adil.

Baca Juga: Festival Tengkawang VII Teguhkan Peran HHBK untuk Pangan dan Ekonomi Hijau

Kolaborasi dalam riset pasar, peningkatan kapasitas petani, dan strategi pemasaran yang terpadu menjadi kunci agar komoditas unggulan Kalimantan Barat ini tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian hutan.

(GG)