Permudah Layanan Adminduk, Pemprov Kalbar Resmi Luncurkan Program AKASIA

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima piagam penghargaan dari Pemprov Kalbar atas dukungan partisipasi dalam Inovasi AKASIA.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima piagam penghargaan dari Pemprov Kalbar atas dukungan partisipasi dalam Inovasi AKASIA. Foto: HO/Faktakalbar.id

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyambut baik inovasi ini.

Menurutnya, AKASIA adalah bukti nyata komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi.

“Layanan kependudukan seperti KTP, akta kelahiran, akta kematian, kartu keluarga, surat pernikahan dan lainnya akan terus kita dorong agar lebih cepat dan mudah diakses masyarakat. Inovasi seperti AKASIA ini menjadi semangat bagi Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujar Edi Kamtono usai menerima penghargaan dari Pemprov Kalbar.

Meski proses pelayanan terus dipermudah, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang berlaku sebagai kelengkapan proses penerbitan dokumen.

“Namun, pemerintah kota melalui Disdukcapil akan memastikan pelayanan berlangsung cepat dan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Edi Kamtono juga mengimbau warganya untuk proaktif mencatatkan setiap peristiwa kependudukan penting, seperti kelahiran dan kematian.

“Bayi yang baru lahir sebaiknya segera didaftarkan agar akta kelahiran bisa cepat diterbitkan. Kita juga memiliki layanan jemput bola dan pelayanan di kantor Disdukcapil, Mal Pelayanan Publik (MPP), maupun kecamatan,” terangnya.

Layanan Jemput Bola hingga Aktivasi IKD

Di lokasi yang sama, Kepala Disdukcapil Kota Pontianak, Erma Suryani, menjelaskan bahwa pihaknya membuka layanan lengkap menggunakan mobil keliling.

Baca Juga: Wali Kota Edi Kamtono Arahkan Penyusunan Anggaran Pemkot Pontianak 2026: Fokus Kesejahteraan dan Efisiensi

Layanan yang disediakan mencakup perekaman KTP elektronik, penerbitan akta kelahiran dan kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Target kita hari ini melayani sekitar 350 warga. Harapannya, dokumen KTP elektronik bisa selesai pada hari yang sama,” ungkap Erma.

Selain pelayanan di acara peluncuran, Disdukcapil Kota Pontianak juga memiliki jadwal pelayanan rutin yang terstruktur setiap harinya, mulai dari menyasar anak usia 17 tahun pada hari Senin, pelayanan KIA di sekolah-sekolah pada hari Selasa, hingga mendatangi langsung lansia dan penyandang disabilitas pada hari Jumat dan Sabtu.

Erma Suryani menegaskan bahwa seluruh pelayanan administrasi kependudukan yang diberikan tidak dipungut biaya alias gratis.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurus sendiri ke Disdukcapil. Data dijamin benar, layanan gratis, dan tidak perlu melalui pihak ketiga. Dengan begitu, data kependudukan Kota Pontianak bisa akurat sesuai kondisi sebenarnya,” imbaunya.

Sinergi Lintas Sektor untuk Data Akurat

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Provinsi Kalbar, Yohanes Budiman, menegaskan bahwa AKASIA dirancang untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan.

“Pada hari ini kami juga melaksanakan pelayanan langsung di luar gedung, dengan total 700 layanan yang diberikan kepada masyarakat dari berbagai wilayah. Inovasi AKASIA hadir untuk mewujudkan sinkronisasi dan sinergitas lintas sektor, sehingga optimalisasi penerbitan dokumen pencatatan sipil di Kalbar dapat lebih cepat tercapai,” pungkas Yohanes.

Dengan hadirnya program AKASIA, diharapkan integrasi data kependudukan di Kalimantan Barat dapat semakin cepat terwujud, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Disdukcapil Pontianak Bantah Keterlibatan dalam Kasus Perdagangan Bayi, Pastikan Dua Anak Aman Bersama Orang Tua Kandung

(*Red/Prokopim)