Mengenal Tradisi Sembahyang Kubur Tionghoa di Kubu Raya, Wujud Bakti pada Leluhur

Warga Tionghoa dengan khidmat melaksanakan ritual Sembahyang Kubur sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur di Komplek Pemakaman Tionghoa Yayasan Bhakti Suci, Kubu Raya, Rabu (27/8/2025).
Warga Tionghoa dengan khidmat melaksanakan ritual Sembahyang Kubur sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur di Komplek Pemakaman Tionghoa Yayasan Bhakti Suci, Kubu Raya, Rabu (27/8/2025). (Dok. Polres Kubu Raya)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Suasana khidmat dan religius menyelimuti Komplek Pemakaman Tionghoa Yayasan Bhakti Suci di Jalan Adisucipto, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, pada Rabu (27/8/2025).

Ratusan warga Tionghoa dari berbagai generasi berkumpul sejak pagi buta untuk melaksanakan salah satu ritual terpenting mereka, yaitu Sembahyang Kubur.

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi momen sakral untuk menunjukkan bakti, menghormati, dan mendoakan arwah para leluhur.

Baca Juga: Tradisi Robo-Robo dan Mandi Safar, Bupati Ketapang: Warisan Leluhur yang Tetap Hidup

Aroma dupa yang mengepul di udara berpadu dengan lantunan doa, menciptakan atmosfer yang tenang di antara sekitar 150 warga yang hadir.

Ritual Penuh Makna dan Harapan

Para peziarah datang dengan membawa beragam sesaji sebagai simbol penghormatan. Makanan, buah-buahan segar, hingga kertas sembahyang (kim cua) dan dupa dibakar di depan makam.

Setiap elemen dalam ritual ini memiliki makna mendalam, sebagai perwujudan rasa terima kasih dan harapan agar arwah leluhur memberikan berkah serta perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan.