Festival Tengkawang VII Teguhkan Peran HHBK untuk Pangan dan Ekonomi Hijau

"Festival Tengkawang VII menegaskan peran tengkawang sebagai komoditas strategis untuk ketahanan pangan dan pilar ekonomi hijau Kalimantan Barat, meski menghadapi tantangan produksi."
Festival Tengkawang VII menegaskan peran tengkawang sebagai komoditas strategis untuk ketahanan pangan dan pilar ekonomi hijau Kalimantan Barat, meski menghadapi tantangan produksi. (Dok. Ary to Faktakalbar.id)
  • Pertama, ketersediaan pasokan tengkawang bersifat fluktuatif sehingga riset tentang teknologi penyimpanan dan perpanjangan umur simpan biji maupun mentega tengkawang menjadi mendesak, misalnya melalui inovasi pengeringan hibrida atau penyimpanan dingin skala desa.
  • Kedua, kajian mengenai kandungan gizi tengkawang masih terbatas pada komposisi lemak umum, padahal riset lanjutan dapat mengungkap detail mikronutrien, antioksidan, dan potensi manfaat kesehatan yang lebih luas sehingga tengkawang dapat diposisikan sebagai superfood lokal.
  • Ketiga, penelitian aplikatif tentang formulasi pangan berbasis tengkawang masih jarang, khususnya terkait takaran optimal penggunaannya dalam margarin, roti, atau produk pangan darurat agar tetap memenuhi standar rasa, aroma, dan tekstur.
  • Terakhir, aspek sosial-ekonomi belum sepenuhnya tergali, terutama peran perempuan dalam rantai pasok tengkawang. Kajian ini penting karena dapat mendorong pemberda

Harapan Bersama

Melalui Festival Tengkawang VII, masyarakat adat, akademisi, dan pelaku usaha sepakat untuk memperkuat jaringan kerja sama.

Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan tengkawang mampu meneguhkan posisinya sebagai penyangga ekonomi hijau sekaligus fondasi ketahanan pangan di Kalimantan Barat dan Indonesia.

(*Red)