Mereka menuntut agar perwakilan dewan segera keluar dan menemui mereka secara langsung untuk memberikan jawaban konkret, bukan sekadar janji politik.
Salah seorang orator dengan lantang menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk mendengar janji-janji politik semata.
“Kami tidak butuh janji, kami butuh aksi nyata dari DPRD,” teriak orator tersebut yang disambut yel-yel penuh semangat dari mahasiswa lainnya.
Dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Kalbar ini, terdapat lima tuntutan utama yang menjadi fokus utama para mahasiswa, yaitu:
- Penghapusan Tunjangan DPR RI yang dinilai terlalu tinggi di tengah kesulitan ekonomi rakyat.
- Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai bentuk komitmen nyata dalam pemberantasan korupsi.
- Kenaikan Gaji Guru dan Dosen untuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik.
- Penyelesaian Persoalan PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) di Kalbar yang telah merusak lingkungan secara masif.
- Penghentian Sikap Represif Aparat dalam penegakan hukum yang dianggap telah mengancam iklim demokrasi.
Sementara itu, puluhan aparat kepolisian terlihat berjaga ketat, membentuk barisan pengamanan untuk mengantisipasi eskalasi yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan di Tugu Digulis
Hingga berita ini diturunkan, pantauan Fakta Kalbar di lapangan menunjukkan massa mahasiswa masih bertahan di lokasi.
Mereka menegaskan tidak akan membubarkan diri hingga tuntutan mereka mendapatkan respons yang jelas dan konkret dari pimpinan DPRD Kalbar.
(*Red)
















