Festival Tengkawang VII Digelar di Pontianak, Sang Maskot Kalbar Kian Terancam

"Festival Tengkawang VII menyoroti ancaman deforestasi terhadap tengkawang, maskot Kalbar. Meski data deforestasi berbeda, semua menunjukkan tekanan alih fungsi lahan yang serius. (Dok. Ary/Faktakalbar.id)"
Festival Tengkawang VII menyoroti ancaman deforestasi terhadap tengkawang, maskot Kalbar. Meski data deforestasi berbeda, semua menunjukkan tekanan alih fungsi lahan yang serius. (Dok. Faktakalbar.id)

Festival Tengkawang: Dari Data ke Aksi

Festival Tengkawang VII menghadirkan seminar penelitian terbaru, diskusi tentang kebijakan tata niaga, forum investasi hijau, hingga Tengkawang Expo yang menampilkan produk olahan masyarakat lokal.

Farah Diba, Dekan Fakultas Kehutanan Untan, menegaskan bahwa festival ini menjadi momentum untuk merumuskan langkah bersama.

“Festival ini bukan hanya ajang temu, tapi ruang kolaborasi menyusun roadmap agar pengembangan tengkawang berjalan seimbang: memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.

Ratusan peserta undangan dijadwalkan hadir, termasuk pemerintah, akademisi, NGO lingkungan, komunitas adat, serta lembaga internasional seperti WWF, KEHATI, CIFOR-ICRAF, Forest Wise, dan NTFP-EP Indonesia.

Menjaga Hutan, Menjaga Tengkawang

Dengan deforestasi yang masih tinggi, masa depan tengkawang tungkul sangat ditentukan oleh keberhasilan menjaga hutan Kalimantan.

Festival Tengkawang VII diharapkan menjadi wadah multipihak untuk memperkuat komitmen konservasi sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

(*Red)