Sambas  

Cakupan Jamsostek di Sambas Masih Rendah, Disnaker Kalbar Dorong Sinergi Semua Pihak

Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Peningkatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ), yang digelar bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak di Hotel Pantura, Rabu (27/8/2025).
Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Peningkatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ), yang digelar bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak di Hotel Pantura, Rabu (27/8/2025).

Faktakalbar.id, SAMBAS – Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Barat, Hermanus, menyoroti rendahnya cakupan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) di Kabupaten Sambas.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Peningkatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) yang digelar bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak di Hotel Pantura, Rabu (27/8/2025).

“Sambas ini kita pilih karena berdasarkan data, cakupan Jamsostek di sini baru 24 persen, termasuk yang paling rendah di Kalbar. Melalui kegiatan ini kita ingin membangun kesamaan persepsi dan merumuskan langkah komprehensif untuk meningkatkan cakupan kepesertaan,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh pemangku kepentingan harus berperan aktif, mulai dari pemerintahan desa, tenaga honorer, penyelenggara RT/RW, guru, tenaga kesehatan, hingga sektor jasa konstruksi dan perkebunan.

Baca Juga: KMKS Desak Pemda Sambas Klarifikasi Isu Pokir 28 Persen APBD

Untuk mendukung hal itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,16 miliar pada 2025 untuk melindungi pekerja rentan di 14 kabupaten/kota, termasuk Sambas.