Menanggapi kabar tersebut, juru bicara TikTok memberikan pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari evaluasi rutin untuk memperkuat struktur perusahaan.
“Kami secara rutin mengevaluasi kebutuhan bisnis dan melakukan berbagai penyesuaian untuk memperkuat organisasi kami serta memberikan layanan yang lebih baik kepada para pengguna,” ungkap Juru Bicara TikTok dalam keterangannya kepada media, Senin (25/8/2025).
Meskipun pernyataan tersebut tidak secara eksplisit menggunakan istilah PHK, langkah ini mengindikasikan adanya restrukturisasi internal yang signifikan.
Seperti diketahui, Tokopedia kini menjadi bagian dari entitas gabungan antara TikTok dan GoTo, yang terus melakukan transformasi bisnis di unit e-commerce mereka di Indonesia.
Baca Juga: PHK Naik Tajam, Risiko Kemiskinan Nasional Kembali Mengintai
Di tengah langkah efisiensi ini, pihak TikTok juga menegaskan kembali komitmen jangka panjang mereka terhadap pasar Indonesia.
Mereka menyatakan akan terus berinvestasi dalam ekosistem Tokopedia sebagai bagian inti dari strategi pertumbuhan di masa depan.
“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia, sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” lanjut pernyataan tersebut.
Langkah restrukturisasi yang diambil oleh Tokopedia dan TikTok ini menjadi sorotan tajam di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat di tanah air, menempatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis sebagai prioritas utama.
















