Review Demon Slayer: Infinity Castle, Standar Baru Visual dan Emosi di Saga Kimetsu no Yaiba

Tangkapan layar, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle | MAIN TRAILER. Sumber: Youtube/Sony Pictures Entertainment
Tangkapan layar, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle | MAIN TRAILER. Sumber: Youtube/Sony Pictures Entertainment

Ketiga pertarungan disajikan secara terpisah, memberikan kesan seperti sebuah antologi yang diikat oleh satu benang merah: misi menumpas Muzan.

Baca Juga: Kodam XII/Tanjungpura Ajak Masyarakat Saksikan Film “Believe: The Ultimate Battle”

Penggunaan adegan kilas balik di tengah pertempuran secara efektif memperdalam lapisan emosional setiap karakter, sehingga adegan laga tidak terasa hampa.

Kekuatan naratif terbesar film ini terletak pada eksplorasi masa lalu Akaza.

Latar belakang tragisnya sebagai manusia bernama Hakuji diceritakan secara mendalam, berhasil membangun rasa empati yang kuat dari penonton.

Kisah ini menjadi jangkar emosional film dan memberikan konklusi yang sangat memuaskan untuk karakternya.

Secara keseluruhan, perpaduan antara cerita yang matang, visual megah, dan scoring musik yang menggelegar berhasil menciptakan atmosfer yang sangat tegang dan genting.

Infinity Castle sukses besar sebagai babak pembuka dan meninggalkan penonton dengan antisipasi tinggi untuk dua film berikutnya, menjanjikan penutup saga Demon Slayer yang sangat berkesan.

Baca Juga: James Gunn Hidupkan Superman Versi Baru yang Lebih Manusiawi dan Relevan

(*Red)