Bahasan mengingatkan agar para pejabat tidak lagi bersikap reaktif atau baru bertindak setelah menerima keluhan warga yang viral di media sosial.
Baca Juga: Syarif Husin Dilantik Jadi ASN PPPK Bawaslu Pontianak
Menurutnya, ASN harus memiliki inisiatif tinggi, terutama dalam menangani isu krusial seperti bencana alam, pelayanan kesehatan, hingga masalah sosial yang mendesak.
“ASN sudah mendeklarasikan diri siap mengabdi kepada masyarakat, maka harus cepat tanggap dan tidak banyak mengeluh,” tegas Bahasan dalam sambutannya.
Secara khusus, Wawako menyoroti sektor kesehatan. Ia menginstruksikan agar setiap pasien dalam kondisi darurat harus segera mendapatkan penanganan medis tanpa dipersulit oleh urusan administrasi yang berbelit.
Ia juga mengkritik beberapa aturan yang dianggap merugikan masyarakat, seperti syarat klaim BPJS Kesehatan yang mengharuskan suhu tubuh pasien mencapai 40 derajat untuk bisa mendapatkan rawat inap.
“Hingga kini, kepesertaan BPJS Kesehatan di Pontianak telah mencapai 98 persen. Pemerintah kota juga mengalokasikan Rp56 miliar untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.
Pelantikan kali ini mencakup 25 pejabat yang terdiri dari 1 Kepala Bapperida, 8 pejabat administrator, 1 pejabat pengawas, 13 kepala sekolah, dan 2 kepala puskesmas.
Baca Juga: Coffee Morning Pemkot Pontianak, Wali Kota Tekankan Disiplin ASN dan Penataan Kantor
Kepada seluruh jajaran yang baru dilantik, Bahasan mengajak untuk terus meningkatkan dedikasi, loyalitas, dan kinerja demi mewujudkan pelayanan proaktif kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa evaluasi kinerja akan terus dilakukan secara berkala dengan menitikberatkan pada kompetensi serta kualitas pelayanan. Tujuannya hanya satu, yaitu memastikan kepuasan warga terhadap kinerja pemerintah.
“Masyarakat harus merasa puas dengan pelayanan pemerintah kota,” pungkasnya.
(*Red)
















