Zona 3 yang mencakup Maluku dan Papua mengalami kenaikan harga paling mencolok. Harga beras medium naik 1,09 persen dibanding Juli menjadi Rp18.899 per kg, jauh di atas HET Rp13.500.
Di wilayah zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi, harga beras medium naik 1,1 persen dibanding Juli menjadi Rp14.005 per kg, juga di atas HET Rp12.500.
Baca Juga: Satgas Pangan Pontianak Sidak Distributor Beras, Wawali Bahasan Pastikan Takaran Sesuai
Beberapa kabupaten di Papua, seperti Intan Jaya, Puncak, dan Pegunungan Bintang, mencatat harga beras medium di atas Rp40 ribu per kg.
Untuk beras premium, rata-rata harga mencapai Rp20.709 per kg atau naik 0,64 persen dari bulan sebelumnya. Kabupaten Intan Jaya menjadi yang tertinggi dengan Rp60 ribu per kg.
Amalia menjelaskan bahwa meskipun pergerakan harga beras dan minyak goreng masuk kategori stabil, level harganya tetap tinggi.
“Artinya secara level, secara harga memang beras dan minyak goreng dalam kategori yang relatif tinggi atau relatif mahal, tetapi perubahannya IPH-nya rendah. Artinya ini stabil tapi stabilnya di harga yang tinggi,” ujarnya.
Selain beras, Amalia juga menyoroti komoditas lain yang turut mempengaruhi harga pangan.
Bawang merah naik di 309 kabupaten/kota, minyak goreng masih tinggi, sementara cabai merah dan telur ayam ras tetap berkontribusi terhadap inflasi meski kenaikan harga mulai melandai.
(fd)
















