Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan di Tugu Digulis

Massa aksi membawa spanduk kritis dan membakar ban sebagai simbol kekecewaan dalam peringatan 80 tahun kemerdekaan di Tugu Digulis. (Dok. Faktakalbar.id)
Massa aksi membawa spanduk kritis dan membakar ban sebagai simbol kekecewaan dalam peringatan 80 tahun kemerdekaan di Tugu Digulis. (Dok. Faktakalbar.id)

Mahasiswa menilai kemerdekaan yang seharusnya dirasakan seluruh rakyat belum sepenuhnya terwujud, khususnya di Kalimantan Barat.

Mereka menuntut pemerintah pusat dan daerah agar berbenah, bukan hanya menggelar seremoni tahunan.

Koordinator Solmadapar, Sultan, menegaskan aksi ini lahir dari keresahan bersama.

“Kami dari Solmadapar bersama aliansi BEM se-Kalimantan Barat menekan pemerintah pusat dan daerah agar benar-benar membenahi masalah bangsa, bukan sekadar berdiri tegak hadap merah putih,” ujarnya.

Menurut Sultan, masyarakat Kalbar berhak merasakan hasil kemerdekaan, bukan hanya melihat sumber daya dieksploitasi.

“Jangan sampai rakyat tetap terbelenggu ketidakadilan sementara sumber daya terus dikeruk,” tambahnya.

Aksi berjalan damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Lalu lintas sempat tersendat namun tetap terkendali hingga massa bubar menjelang malam.

Baca Juga: Aksi Tolak UU TNI di Pontianak, Sejumlah Mahasiswa dan Masyarakat Turun ke Jalan

Sultan menegaskan suara mahasiswa akan terus menggema jika ketidakadilan masih terjadi.

“Selagi kemerdekaan cuma dinikmati segelintir elit, perlawanan tak akan berhenti,” tutupnya.

(gg)