Tekan Angka Stunting, Pemkot Pontianak Gencarkan Program PMT di Pontianak Timur

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyerahkan secara simbolis paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Pontianak Timur.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyerahkan secara simbolis paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Pontianak Timur. (Dok. Ist)

Ia mengakui adanya perbedaan antara data status gizi nasional yang mencatat angka 22,04 persen dengan data dari Indeks Pembangunan Gizi Masyarakat (IPBGM) yang menunjukkan angka 7 persen.

Namun, ia lebih meyakini data yang lebih rendah karena berbagai intervensi yang telah dilakukan.

“Karena kami sudah bergerak luar biasa. Cara-cara memberikan layanan kesehatan dari puskesmas dan posyandu berjalan aktif dan rutin. Informasi di lapangan juga menunjukkan peningkatan yang signifikan,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk proaktif memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah tersedia.

Baca Juga: Perkuat Posyandu, Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Demi Percepatan Penurunan Angka Stunting

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin meskipun tidak dalam kondisi sakit.

“Jangan malas. Tolong datangi puskesmas atau posyandu, walaupun tidak sakit, sekadar memeriksakan kesehatan. Minimal tiga bulan sekali,” pesannya.

Bahasan menambahkan, dengan cakupan BPJS Kesehatan di Pontianak yang telah mencapai 98 persen, seharusnya tidak ada lagi halangan bagi warga untuk mengakses layanan kesehatan.

“Kalau sudah punya BPJS, silakan digunakan untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Pemerintah sudah menjaminnya, tinggal bagaimana warga memanfaatkannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Pontianak Timur, M. Akif, merinci bahwa paket PMT untuk balita di Pontianak ini berisi bahan makanan yang bervariasi seperti kacang hijau, roti, susu, dan telur.

Ia berpesan agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh para orang tua.

“Tolong dimasak kacang hijau ini, berikan setiap hari. Jangan sampai tidak dimanfaatkan,” tegasnya.

Selain PMT, keluarga penerima manfaat juga mendapatkan bantuan paket kebutuhan pokok.

Baca Juga: Pontianak Targetkan Stunting Turun di 2026

Akif mengingatkan agar orang tua rutin membawa anak mereka ke Posyandu setiap bulan untuk memantau perkembangan kesehatan secara berkala.

“Di Posyandu anak-anak bisa ditimbang berat badan dan diukur tinggi badannya. Dengan begitu, perkembangan mereka bisa terpantau,” tutupnya.

(*Red/Prokopim)