Laporan visual dari tim di lapangan memperlihatkan kondisi yang cukup memprihatinkan.
“Langit-langit atau plafon jebol mengenai beberapa meja di salah satu ruang kelas SDN Kutamaneuh 2. Di samping itu, kerusakan juga terlihat di bagian dinding cungkup atap ruang kelas. Serpihan puing dinding itu jatuh dan berserakan ke tanah,” demikian bunyi laporan visual dari tim kaji cepat.
Kerusakan serupa juga terjadi di aula serbaguna Kecamatan Pangkalan, di mana bagian plafon roboh dan menimpa fasilitas di bawahnya.
Baca Juga: BNPB Imbau Perkuat Struktur Bangunan Pascagempa Poso
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena baik sekolah maupun aula sedang dalam keadaan kosong saat gempa terjadi.
Hingga saat ini, data sementara mencatat sebanyak 8 rumah mengalami kerusakan dengan total 20 jiwa dari 8 KK yang terdampak.
Wilayah terdampak tersebar di Desa Wanakerta, Desa Mulyajaya, dan Desa Parungsari di Kecamatan Telukjambe Barat, serta Desa Kutamaneuh di Kecamatan Tegalwaru.
Menanggapi situasi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah cepat.
Sesuai arahan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, tim dari Kedeputian Penanganan Darurat diberangkatkan pada malam hari untuk memberikan pendampingan kepada BPBD Karawang.
“Personel dari Kedeputian Penanganan Darurat bergerak ke lokasi malam ini untuk melakukan pendampingan BPBD Kabupaten Karawang, demi memastikan segala upaya penanganan darurat dapat dilaksanakan dengan baik,” tegas Kepala BNPB dalam arahannya.
Beliau juga menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan warga dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Baca Juga: BNPB Laporkan Perkembangan Gempa Poso, Karhutla, Kebakaran Migas Blora, dan Erupsi Gunung Lewotobi
BNPB terus berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat pusat dan daerah untuk memastikan penanganan dampak gempa bumi Karawang berjalan terstruktur, cepat, dan tepat sasaran.
Tim di lapangan masih terus melakukan monitoring dan pendataan lebih lanjut.
(*Red)
















