Tradisi Robo-Robo dan Mandi Safar, Bupati Ketapang: Warisan Leluhur yang Tetap Hidup

Bupati Ketapang Alexander Wilyo ikut serta dalam prosesi Mandi Safar bersama masyarakat di Kelurahan Kauman, Rabu (20/08/2025). (Dok. Faktakalbar.id)
Bupati Ketapang Alexander Wilyo ikut serta dalam prosesi Mandi Safar bersama masyarakat di Kelurahan Kauman, Rabu (20/08/2025). (Dok. Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KETAPANG – Dengan latar suasana sejuk di tepian Sungai Pawan, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri tradisi budaya Robo-Robo dan Mandi Safar yang digelar masyarakat di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kauman.

Baca Juga: Doa Akashah Keliling Kota, Bupati Ketapang Tekankan Pelestarian Budaya Melayu

Kegiatan terbuka bagi seluruh masyarakat ini berlangsung sejak pagi hingga selesai.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tabuhan gendang Tar-Hadhrah, dilanjutkan prosesi berjalan menuju lokasi utama dengan iringan tabuh hadrah, pencak silat Kutemare, serta taburan beras kuning.

Kehadiran Bupati bersama istrinya, Dewi Nurjana Alexander Wilyo, disambut hangat dengan Tarian Melayu.

Prosesi inti dimulai dengan doa bersama, sambutan penyelenggara PLK (Perkumpulan Lawang Kekayun), Lurah Kauman, serta tokoh masyarakat. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan alunan musik gambus.

Bupati turut menyerahkan santunan dan hadiah kepada masyarakat sebelum puncak acara berlangsung.

Ritual Mandi Safar menjadi puncak tradisi, ditandai dengan Bupati memandikan sejumlah anak menggunakan air doa sebagai simbol pembersihan diri, tolak bala, serta permohonan keselamatan.

Prosesi kemudian diteruskan tokoh masyarakat dan agama, sebelum ditutup dengan jamuan ketupat Colet, kuliner khas Melayu Ketapang.

Baca Juga: Kapoksahli Pangdam XII/Tpr Tutup TMMD Imbangan Ke-125 di Ketapang

“Tradisi Robo-Robo dan Mandi Safar merupakan jejak kearifan lokal yang tetap hidup di tengah masyarakat Ketapang. Di dalamnya terkandung doa-doa keselamatan, nilai kebersamaan, serta semangat menjaga warisan leluhur yang telah turun-temurun,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, kegiatan ini telah ditetapkan sebagai agenda resmi kalender kebudayaan Kabupaten Ketapang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Saya berharap agar tahun depan acara Robo’-Robo’ dapat dilaksanakan lebih baik lagi dengan melibatkan masyarakat lebih banyak,” harapnya.

Bupati juga menekankan pentingnya merawat budaya daerah sebagai identitas bersama. Ia mengajak masyarakat bergotong royong membangun Ketapang.

“Ketapang ini rumah besar kita semua, harus kita rawat dan bangun bersama-sama,” tuturnya.

(AF)