Hadiri Tradisi Robo-robo, Wawako Bahasan Tegaskan Komitmen Pembangunan di Pontianak Utara

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Tradisi Robo-robo yang digelar di Taman Parit Nanas Kecamatan Pontianak Utara.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Tradisi Robo-robo yang digelar di Taman Parit Nanas Kecamatan Pontianak Utara. Foto: HO/Faktakalbar.id

Dalam sambutannya, Bahasan memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara yang sarat akan nilai budaya ini.

Baca Juga: Robo Robo juga Ada dalam Tradisi Jawa,Namanya Rebo Wekasan

Menurutnya, esensi dari Tradisi Robo-robo di Pontianak Utara bukan hanya sebatas ritual seremonial, tetapi juga berfungsi sebagai perekat harmoni dan persatuan di antara beragam suku dan golongan yang hidup berdampingan di Kota Pontianak.

“Pemerintah Kota Pontianak ingin terus membersamai adat dan tradisi yang ada. Kita memiliki sekitar 27 suku bangsa di Pontianak, semuanya berhimpun dalam Perkumpulan Merah Putih. Ini menjadi bukti nyata bahwa meski berbeda suku, agama, dan latar belakang, kita tetap bisa hidup rukun dalam kebersamaan,” ungkap Bahasan.

Kehadirannya dalam perayaan ini juga menjadi penegas komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk memberikan perhatian yang merata pada setiap wilayah.

Baca Juga: Wakil Bupati Hadiri Robo-Robo Di Desa Sukaramai Kecamatan Sungai Laur

Bahasan secara khusus menyoroti pentingnya pembangunan di wilayah utara dan memastikan tidak ada lagi anggapan penganaktirian.

“Saya tidak ingin Pontianak Utara ini jadi anak tiri. Pemerintah kota tetap fokus membenahi wilayah utara, baik dari sisi pembangunan maupun penguatan tradisi budaya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bahasan juga menyinggung masa kepemimpinannya bersama Wali Kota Edi Rusdi Kamtono pada periode pertama yang menghadapi tantangan berat akibat pandemi global.

Namun, ia memastikan bahwa pada periode kedua ini, seluruh program prioritas yang sempat tertunda akan kembali dilanjutkan dengan komitmen penuh.

Baca Juga: Semarak HUT ke-80 RI, Diskominfo Pontianak Gelar Jalan Santai dan Lomba Tradisional

Ia menutup sambutannya dengan harapan agar perayaan Tradisi Robo-robo di Pontianak Utara dapat menjadi momentum spiritual dan sosial untuk memperkuat ikatan persaudaraan serta semangat kebersamaan seluruh warga.

“Mudah-mudahan dengan doa dan dukungan masyarakat, kami bisa menunaikan amanah ini lebih baik lagi. Robo-robo menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menjaga budaya, sekaligus menguatkan semangat kebersamaan kita,” pungkasnya.

(*Red/Prokopim)