Landak  

Kabupaten Landak Raih Penghargaan LTT Tertinggi, Bupati Karolin Apresiasi Kerja Keras Petani

Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat diwawancarai mengenai usulan Pertambangan Rakyat. (Dok. Ist)
Pemerintah Kabupaten Landak mendapat penghargaan LTT sebagai wujud keberhasilan sektor pertanian daerah. (Dok. Ist)

Menurutnya, penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras seluruh insan pertanian di Kabupaten Landak.

“Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pertanian Kabupaten Landak yang berhasil mempertahankan capaian LTT tertinggi selama lebih dari tiga bulan pada tahun 2025,” ungkap Karolin usai acara ramah-tamah HUT RI ke-80 di Kantor Bupati Landak, Minggu (17/08/25).

Lebih lanjut, Karolin mendedikasikan penghargaan ini kepada para petani yang telah bekerja tanpa lelah.

“Ini adalah bentuk apresiasi terhadap kerja keras para petani serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang terus mendorong kemajuan sektor pertanian,” ujarnya.

Bupati Karolin memaparkan data capaian yang mengesankan. Pada bulan Juli 2025, LTT Kabupaten Landak mencapai angka 7.716,4 hektare.

Angka ini setara dengan 158,25 persen atau jauh melampaui target yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian, yakni seluas 4.876 hektare.

Baca Juga: Sulap Lahan Kritis Bekas Perkebunan Sawit, Pemkab Landak Buktikan Jagung Bisa Produktif

Keberhasilan meraih penghargaan Luas Tambah Tanam (LTT) ini, menurutnya, menjadi bukti nyata adanya sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Ia berharap prestasi ini dapat menjadi pemicu semangat bagi semua pihak untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja di masa mendatang.

“Semoga penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan prestasi dan kinerja, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” terang Karolin.

Sebagai penutup, ia kembali menekankan pentingnya kolaborasi yang solid untuk menjaga keberlanjutan program pangan nasional.

“Pemerintah daerah dan provinsi harus bersinergi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan harus berkelanjutan,” tutup Karolin.

(*Red)