“Orang-orang bilang Dricus punya stamina bagus. Lalu mereka melihat saya, mereka bilang saya cuma hype,” ujarnya kepada UFC Eurasia.
Chimaev juga membandingkan performa keduanya melawan Whittaker, dengan klaim bahwa hasil tersebut menunjukkan kelemahan sang juara bertahan.
Du Plessis, petarung asal Afrika Selatan yang tak terkalahkan sejak bergabung dengan UFC, merebut gelar kelas menengah pada 2024 lewat kemenangan angka terbelah atas Sean Strickland di UFC 297.
Ia mempertahankan gelar tersebut dengan kemenangan submission atas Israel Adesanya di UFC 305, lalu mengalahkan Strickland dalam pertandingan ulang di UFC 312 pada Februari 2025.
Kedua petarung menunjukkan sikap profesional jelang laga.
Dalam video yang diunggah akun resmi UFC, Chimaev dan Du Plessis terlihat berjabat tangan di Chicago sambil saling mengucapkan “Sampai jumpa di pertarungan”.
Laga ini akan menjadi kunjungan pertama UFC ke Chicago sejak UFC 238 pada 2019, sekaligus menjadi duel panas yang diprediksi menentukan masa depan keduanya di panggung MMA dunia.
(fd)












