Menurutnya, kesehatan generasi muda adalah aset paling berharga.
“CKG Sekolah menjadi langkah strategis untuk memeriksa kesehatan pelajar secara menyeluruh, mulai dari fisik, mental, hingga faktor risiko penyakit. Dengan deteksi dini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Edi di Kantor Wali Kota, Rabu (13/8/2025).
Edi juga menyoroti pentingnya kerja sama semua pihak untuk menyukseskan program Cek Kesehatan Gratis Pontianak ini.
“Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua akan memastikan pelaksanaan berjalan optimal demi masa depan anak-anak kita. Jika ditemukan masalah, hasilnya disampaikan kepada guru atau orang tua/wali untuk dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya,” ungkap Wali Kota.
Mekanisme dan Target Pelaksanaan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaan program ini.
Baca Juga: Pontianak Jadi Tuan Rumah HUT BPJS Kesehatan ke-57, Capaian JKN Tembus 98 Persen
Prosesnya dimulai dari tingkat puskesmas dengan pendataan sekolah, koordinasi jadwal, hingga penyiapan tenaga dan alat kesehatan.
“Di sekolah, guru membantu mendata siswa, menginformasikan program kepada orang tua, dan menyiapkan dua ruang pemeriksaan serta lapangan untuk tes kebugaran,” jelas Saptiko.
Pemeriksaan yang dilakukan sangat lengkap, mencakup kesehatan telinga, mata, gigi, status gizi, skrining kesehatan jiwa, hingga deteksi risiko penyakit tidak menular seperti TBC dan diabetes.
Pendaftaran siswa pun dipermudah melalui aplikasi Satu Sehat Mobile dan WhatsApp Chatbot Kemenkes.
Pada hari pelaksanaan, alur pemeriksaan diatur secara sistematis untuk efisiensi.
“Pada hari pelaksanaan, pemeriksaan dibagi di dua ruang. Ruang pertama digunakan untuk pemeriksaan status gizi, tekanan darah, dan gigi oleh guru UKS bersama tenaga puskesmas. Ruang kedua untuk pemeriksaan telinga dan mata oleh tenaga puskesmas. Tes kebugaran jasmani dilaksanakan di lapangan olahraga oleh guru PJOK,” papar Saptiko.
Tahun ini, program Cek Kesehatan Gratis Pontianak menargetkan total 142.901 siswa yang tersebar di 224 SD/MI, 133 SMP/MTs, dan 122 SMA/MAN.
“Kesehatan pelajar adalah fondasi penting untuk mencetak generasi unggul,” pungkasnya.
(*Red/Kominfo)















