Industri Sarang Burung Walet Menurun, PPSWN Minta Pemerintah Atasi Suspensi Ekspor ke China

Tumpukan sarang burung walet siap diekspor, namun terkendala regulasi dan suspensi dari pemerintah China yang berdampak pada ribuan pelaku industri lokal.
Ilustrasi - Tumpukan sarang burung walet siap diekspor, namun terkendala regulasi dan suspensi dari pemerintah China yang berdampak pada ribuan pelaku industri lokal. (Dok. Ist)

“Kemudian juga adanya penghentian sementara atas 9 perusahaan eksportir sarang burung walet oleh pemerintah China. Ditambah dengan ekspor ilegal yang terjadi, dampaknya sangat terasa,” kata Benny.

Tak hanya berdampak pada sektor ekspor, Benny menyebut kondisi ini juga mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan ribu tenaga kerja terampil di sektor walet.

“Yang lebih parah lagi, karena turunnya ekspor, terjadi PHK. Puluhan ribu pekerja terampil di sektor walet kehilangan pekerjaan,” ucapnya.

PHK tersebut, lanjut Benny, memiliki efek domino terhadap kehidupan sosial ekonomi para pekerja dan keluarga mereka.

Daya beli menurun dan berdampak langsung pada sektor UMKM di sekitar tempat tinggal mereka.

“Efek dominonya adalah kepada keluarga-keluarga pekerja yang akhirnya kena PHK. Puluhan ribu pekerja tersebut adalah tulang punggung keluarga,” ujar Benny.

Dengan kondisi tersebut, Benny berharap pemerintah bisa lebih serius menangani persoalan ini.

Baca Juga: Harga Sarang Walet Anjlok, Peternak di Kalbar Keluhkan Pembatasan Ekspor dan Kualitas Sarang Berjamur

Ia meminta agar pemerintah menyusun strategi yang tepat agar ekspor sarang walet bisa kembali berjalan lancar.

“Untuk itu kami dengan kerendahan hati memohon pihak Pemerintah lebih serius dalam mengatasi persoalan suspend tersebut. Bagaimana cara dan strateginya agar pengusaha sarang burung walet bisa ekspor kembali dengan lancar,” tutupnya.

(*Red)