SUCOFINDO dan DLH Kalbar Dorong Industri Hijau Melalui Sosialisasi PROPER 2025

Kegiatan Sosialisasi PROPER kepada pelaku usaha sekaligus MoU antara PT Sucofindo Cabang Pontianak dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalbar.
Kegiatan Sosialisasi PROPER kepada pelaku usaha sekaligus MoU antara PT Sucofindo Cabang Pontianak dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi KalbarĀ (Dok. Sucopindo)

Menurutnya, program ini mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya patuh secara administratif, tetapi juga proaktif dalam menjaga kualitas lingkungan.

“Penilaian PROPER merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap ekosistem, khususnya sungai-sungai besar di Kalimantan Barat. Dengan wilayah seluas 14 juta hektar, lebih dari 134 pabrik CPO dan ratusan izin tambang, diperlukan upaya kolektif. Untuk memastikan sektor industri tidak berdampak negatif terhadap lingkungan,” tegas Adi Yani.

Ia juga menyoroti peran penting SUCOFINDO dalam mendampingi perusahaan menjalankan tanggung jawab lingkungannya, mulai dari pemantauan emisi dan kualitas air, pengelolaan limbah B3, hingga mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Perusahaan harus mampu menunjukan komitmen lingkungan yang nyata, bukan hanya sekadar memenuhi regulasi. Kita ingin melihat tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berdampak langsung ke masyarakat dan ekosistem. Ini bukan hanya soal mendapatkan peringkat hijau, ini soal bagaimana perusahaan bisa hadir sebagai bagian dari solusi dan saya yakin PROPER bisa menjadi jawaban atas masalah ini,” tambah Adi Yani.

Selaras dengan itu, Kepala PT SUCOFINDO Cabang Pontianak, Ali Ridho, menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi ruang diskusi solutif.

Baca Juga: BSPJI Pontianak Gelar Sosialisasi Industri Hijau

Dihadiri oleh narasumber ahli dan lebih dari 120 peserta dari berbagai perusahaan, kegiatan ini bertujuan menjangkau seluruh lini industri dalam implementasi bisnis hijau.

“Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi perusahaan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja lingkungannya. Dalam hal ini, SUCOFINDO tidak hanya sebagai mitra verifikasi, tetapi juga sebagai pendamping teknis dan strategis menuju praktik bisnis yang berkelanjutan,” ujar Ali Ridho.

Ali Ridho menambahkan, SUCOFINDO secara aktif memberikan pendampingan teknis melalui berbagai pelatihan, pengujian laboratorium, serta audit kepatuhan.

Hal ini bertujuan membantu perusahaan membangun sistem pengelolaan lingkungan yang efektif dan terukur, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

“Kami hadir sebagai mitra strategis bagi industri yang mendorong perusahaan tidak hanya untuk memenuhi aturan, tetapi juga menciptakan dampak lingkungan yang positif dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat keberlanjutan dan mendorong pelaku industri menjadi pionir dalam mewujudkan industri yang ramah lingkungan dan kompetitif,” tutupnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Muhammad Hasan selaku Environmental Specialist PT SUCOFINDO, menyampaikan strategi kunci untuk mencapai peringkat PROPER yang unggul.

Baca Juga: BSPJI PONTIANAK MENDUKUNG KEMANDIRIAN INDUSTRI

Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap dokumen lingkungan (RKL-RPL), pelaporan elektronik (SIMPEL), hingga penyusunan Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL).

“Pendekatan PROPER saat ini tidak hanya menilai kepatuhan administratif, tetapi juga inovasi nyata dalam pengelolaan dampak lingkungan. Kualitas dokumen hijau menjadi kunci dalam mencapai peringkat Hijau maupun Emas,” jelas Muhammad Hasan.

Kegiatan ini juga memperkenalkan layanan “Green Generation” dari SUCOFINDO, yang mencakup validasi skema Gas Rumah Kaca dan Nilai Ekonomi Karbon, inventarisasi emisi, hingga konsultasi peningkatan rating ESG (Environment, Social, and Governance).

(*Red)