Menghindari menyentuh wajah, terutama mulut dan hidung, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, dan mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama untuk anak-anak dan lansia.
Baca Juga: Kualitas Udara Pontianak Memburuk, AQI 151 Berisiko bagi Kesehatan
Ganjar juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di lapangan. Ia menginstruksikan beberapa langkah penting yang harus dilakukan:
- Mengintensifkan penemuan kasus berdasarkan definisi operasional dan merespon sesuai Pedoman SKDR Penyakit Potensi KLB/Wabah.
- Memantau tren penyakit ISPA dan diare di wilayah kerja masing-masing.
- Melakukan penyelidikan epidemiologi maksimal 1×24 jam setelah laporan penemuan kasus.
- Meningkatkan advokasi dan promosi kesehatan ke masyarakat, khususnya pencegahan ISPA dan diare.
“Kami berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat, dapat ikut berperan aktif mencegah penyebaran penyakit ini. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
(DNS)
















