Namun, dinamika geopolitik yang memanas antara AS dan China, disertai ancaman tarif impor balasan yang sangat tinggi, menempatkan Apple dalam posisi yang sulit.
Baca Juga: Apple Banting Harga iPhone di China, Kini di Bawah Rp 13 Juta!
Kondisi ini mendorong Apple untuk mengambil langkah strategis dengan memindahkan sebagian besar rantai produksinya ke luar China.
India kini menjadi salah satu pusat produksi utama yang baru bagi Apple, khususnya untuk memenuhi permintaan pasar Amerika Serikat secara eksklusif.
Sebelumnya, fasilitas produksi di India juga melayani pengiriman ke beberapa negara Eropa seperti Belanda, Republik Ceko, dan Inggris. Namun, fokusnya kini telah bergeser total untuk pasar AS.
Data terbaru dari Foxconn menunjukkan pergeseran strategis ini. Sepanjang periode Maret hingga Mei 2025, nilai ekspor iPhone dari pabrik di India telah mencapai angka fantastis US$3,2 miliar.
Dari total nilai tersebut, sebagian besar atau sekitar 97% di antaranya dikirimkan langsung ke Amerika Serikat.
Baca Juga: AS dan Indonesia Capai Kesepakatan Perdagangan, Tarif Impor Turun Jadi 19 Persen
Angka ini menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, di mana pengapalan dari India ke AS hanya mencakup 50,3% dari total produksi.
Hal ini membuktikan bahwa iPhone yang masuk ke AS bukan berasal dari negara yang dikenai kebijakan tarif impor produk Indonesia.
(*Red)
















