Kehadiran mereka menjadi bukti nyata adanya dukungan solid dan semangat kebersamaan untuk mewujudkan pembangunan gereja ini.
Kapolsek Toba, Iptu Arnold Roky Montolalu, dalam pernyataannya mengapresiasi inisiatif masyarakat dan menegaskan komitmen Kepolisian untuk mendukung penuh kegiatan yang bersifat membangun, terutama di bidang keagamaan.
“Kami dari pihak Kepolisian sangat mendukung kegiatan ini. Pembangunan gereja bukan hanya tentang fisik bangunan, tapi juga tentang memperkuat ikatan sosial dan mempererat toleransi antarumat. Kami juga memastikan kegiatan ini berjalan aman dan tertib,” ujarnya.
Ketua Pembangunan Gereja, Sakcon, dengan penuh semangat mengungkapkan bahwa pembangunan ini adalah buah dari kerja keras, gotong royong, dan tekad kuat seluruh umat Katolik di Kampung Baru.
Baca Juga: Isu Penolakan Direspons, Pemkab Kubu Raya Jamin Kelanjutan Pembangunan Gereja
Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan segera rampung.
“Pembangunan gereja ini merupakan buah dari semangat gotong-royong dan tekad bersama umat Katolik Kampung Baru.” ucapnya.
Sementara itu, Pastor Matias Dacosta, SVD, dalam pesannya mengingatkan jemaat akan pentingnya nilai kebersamaan dalam setiap proses pembangunan rumah ibadah.
Menurutnya, gereja memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat berdoa.
“Gereja bukan hanya sebagai tempat doa, tetapi juga pusat spiritual yang mampu menumbuhkan kasih dan kepedulian sosial di tengah umat.” ucap Pastor Matias.
Keseluruhan rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran untuk setiap tahap pembangunan yang akan datang.
Baca Juga: Bupati Sujiwo Tegas Sikapi Isu Penolakan Pembangunan Rumah Ibadah di Kubu Raya
Dengan dimulainya pembangunan Gereja Katolik di Sanggau ini, umat di Dusun Kampung Baru kini melangkah ke babak baru dalam kehidupan spiritual mereka, sekaligus menjadi cerminan indahnya toleransi dan kerukunan di Kabupaten Sanggau.
(*Red)
















